Adalah sebuah program tanda kasih untuk guru guru honorer, guru madrasah. dan guru abdi yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan fikirannya untuk mendidik para generasi selanjutnya.
Walaupun di sisi lain masih banyak kebutuhan hidup mereka yang masih harus terpenuhi. Dengan penghasilan yang tidak menenutu, bahkan sering tidak ada sama sekali, tidak menjadi halangan mereka untuk tetap memberikan pengajaran, pendidikan, pengetahuan, kebajikan dan kebijaksanaan.
KADO LEBARAN UNTUK GURU merupakan salah satu program dari program BAKTI GURU NUSANTARA, yaitu sebuah program peningkatan pendidikan di Indonesia melalui peningkatan kualitas guru, baik dari segi motivasi, pengetahuan, keterampilan dan kesempatan mengakses tekhnologi.
Sehingga guru guru yang terpilih akan mendapatkan pembinaan jangka panjang dalam program BAKTI GURU NUSANTARA yang di inisansi oleh KEBUKIT (Kelola Buku Kita)
Kriteria penerima KADO LEBARAN UNTUK GURU :
Dengan rata rata penghasilan tidak lebih dari Rp 200.000/Bulan
Program akan dilaksanakan, pada tanggal 15 Juni 2017 di dua wilayah yaitu :
Dengan target 300 Guru Penerima Manfaat, Berupa :
(Para Penerima Kado Lebaran Untuk Guru Tahun 2016)
Partisipasi Donasi Melalui :
Bank Syariah Mandiri : No Rek 7086457282 Atas Nama KEBUKIT
CP : 0856-5922-0655
Berikut adalah profil guru guru penerima manfaat KADO LEBARAN UNTUK GURU :
Bapak Asep, Seorang Guru dan Penjual Es Keliling
Pak Asep adalah seorang guru madrasah di Babakan Serang Ciparay, Kab Bandung. Pagi menjelang siang hari beliau berjualan es keliling hingga sore, kemudian sore dan malam hari beliau megajar ngaji di madrasah dekat rumahnya.
Sebenarnya Pak Asep bisa saja memilih untuk mencari pekerjaan lain setelah berdagang es, di sore dan malam hari. Namun baginya ada rasa kewajiban dan tanggung jawab untuk mendidik anak anak sekitar rumahnya yang butuh dididik mengaji, mengerti ilmu agama
Aep, Meninggalkan Pekerjaannya Demi Mengajar
Aep, seorang pemuda yang meninggalkan pekerjaannya karena melihat tidak ada yang mau menajdi guru mengaji di kampungnya, juga karena cintanya kepada dunia anak anak dan pendidikan
Ibu Jaenab, Mewakafkan Waktu, Tenaga Dan Fikirannya Untuk Pendidikan
Ibu Jaenab, Seorang ibu rumah tangga yang mewakafkan waktunya untuk mengajar anak anak di kampungnya. Karena ia ingin anak anak di kampungnya mempunyai ilmu agama yang kuat
Ibu Wahtyati, Ingin Anak Anak Didiknya Siap Menghadapi Masa Depan
Ibu Wahyati, keinginannya sederhana saja, ia ingin anak anak didiknya bisa menghormati orangtua, bisa mengaji dan faham agama, sehingga menjadi bekal kelak ketika menghadapi masa depan